Comscore Tracker

Jangan Dilakukan, 5 Hal yang Bisa Memperparah Penyebaran Virus Corona

Ayo lawan bersama, tangkal penyebaran virus corona

Penyebaran virus corona COVID-19 kian meluas, ditandai semakin banyaknya negara mengonfirmasi kasus pasien positif terinfeksi. Indonesia juga turut mencatatkan kasus dengan jumlah yang kian meningkat setiap hari.

Di tengah penyebaran virus, saatnya masyarakat dunia saling bahu membahu buat mencegah penyebaran yang kian meluas. Tapi, sebagian orang ikut panik, sehingga bukannya mencegah, malah memperparah keadaan.

Berikut lima kesalahan kecil namun fatal yang bisa memicu penyebaran virus corona terus meluas. Jangan kamu lakukan, ya.

1. Enggan memeriksakan diri

Jangan Dilakukan, 5 Hal yang Bisa Memperparah Penyebaran Virus Coronatimesofindia.indiatimes.com

Hal utama yang bisa memicu penyebaran kian meluas adalah, penderita yang malu atau takut berobat ke rumah sakit. Menurut Clinical Professor bidang penyakit menular di Stanford Medicine, Dr. Stanley Deresinski, penularan COVID-19 selalu dimulai jika seseorang tertular, mereka tidak berobat atau mengisolasi diri, malah membuat kontak fisik dengan orang lain, sehingga semakin menyebarkan COVID-19.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarankan kamu memeriksakan diri di rumah sakit rujukan, jika kamu memiliki beberapa gejala. Di antaranya, demam, batuk, merasa lemah, dan sesak napas.

Jika tidak memeriksakan diri, setidaknya isolasi diri sendiri di rumah sampai keadaan membaik sehingga tidak membahayakan sekitarmu dan dirimu sendiri. Jika perlu dan memungkinkan, bawa pekerjaanmu ke rumah.

2. Lebih percaya teori hoaks daripada pernyataan resmi

Jangan Dilakukan, 5 Hal yang Bisa Memperparah Penyebaran Virus Coronamirror.co.uk

Ada ratusan hoaks dan misinformasi yang setiap hari berseliweran di media sosial atau grup pesan mengenai virus corona. Di sisi lain, ada fakta-fakta dari tenaga medis dan pernyatan resmi yang siap membantah hoaks tersebut.

Jika kamu masih termakan hoaks, segera berbalik dari jalan tersebut. Ketakutan yang disebabkan oleh hoaks-hoaks tersebut malah akan membuatmu tidak berpikir jernih dan salah ambil keputusan.

Salah satu hoaks-hoaks tersebut adalah bahwa COVID-19 merupakan "penyakit ringan yang tidak mematikan". Terdengar optimis, kan? Hal tersebut malah membuat mereka yang terinfeksi jadi "percaya diri" dan tidak mau memeriksakan diri.

Hasilnya? Balik lagi ke poin pertama.

Selain itu, adalah lebih baik untuk percaya dengan pernyataan medis yang benar-benar sudah resmi dibandingkan pesan-pesan WhatsApp yang tidak diketahui asal-usulnya.

Baca Juga: Flu Spanyol, Pandemik Serupa Virus Corona yang Menyerang 1 Abad Lalu

3. Mencari pengobatan alternatif

Jangan Dilakukan, 5 Hal yang Bisa Memperparah Penyebaran Virus CoronaIlustrasi bawang putih di pasar (IDN Times/Shemi)

Kamu pasti pernah mendengar bahwa vitamin C ampuh menyembuhkan COVID-19. Atau ada juga yang bilang bawang putih bisa mengusirnya. Sayangnya, informasi itu hoaks.

Dr. Deresinski sekali lagi mengingatkan, daripada minum obat herbal atau mencari pengobatan alternatif, lebih baik segera periksakan diri ke dokter. Demi kamu dan orang di sekitarmu juga, biar cepat sembuh dan tidak menularkan.

Sejauh ini, ilmuwan maupun Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) belum menemukan obat dan vaksin untuk mengobati pasien COVID-19. Kalau lembaga kelas dunia tersebut saja belum menemukan, tidak usah percaya rumor yang segera hilang diterpa angin.

Mungkin, obat-obatan herbal tersebut hanya meringankan gejala, bukan menyembuhkan COVID-19. Lagi pula tidak ada dasar ilmiah obat herbal dapat sembuhkan COVID-19. Oke, untuk meningkatkan daya tahan tubuh mungkin bisa, tapi kalau menyembuhkan, belum.

Jika kamu mendapati pesan berantai mengenai virus corona, cek faktanya melalui Google. Kalau ternyata bohong? Jangan forward! Segera "delete chat". Jangan sampai block, kecuali memang kamu sudah mempertimbangkannya, karena itu namanya memutuskan tali silaturahmi. Yang penting, ingatkan orang yang memberikan pesan tersebut.

4. Tidak menjaga kebersihan

Jangan Dilakukan, 5 Hal yang Bisa Memperparah Penyebaran Virus Coronasouthernhealth.nz

Hal ke-4 yang dapat membuat COVID-19 semakin menjamur adalah jika kamu tidak menjaga kebersihan. Kamu bisa menemukan panduannya di berbagai tempat. Namun, akan kami ingatkan di sini.

Berikut panduan menjaga kebersihan saat penyebaran COVID-19 menurut CDC:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun atau dengan alkohol 60 persen,
  • Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut,
  • Gunakan tisu untuk menutup bangkis atau bersin. Buang tisunya, dan lakukan langkah 1 dan 2,
  • Sterilisasi peralatan dan perabotan rumah, dan
  • Gunakan masker jika menunjukkan gejala COVID-19 atau merawat pasien COVID-19.

Menurut penelitian yang dimuat pada American Journal of Public Health pada 2008, menjaga kebersihan di saat penyebaran penyakit dapat menurunkan kemungkinan tertular hingga 21 persen.

5. Menimbun masker

Jangan Dilakukan, 5 Hal yang Bisa Memperparah Penyebaran Virus Coronafacebook.com/kementrianhumorindonesia

Mengutip pernyataan kami di nomor 2, percaya dengan hoaks membuatmu paranoid sehingga membuat keputusan yang salah.

Salah satu keputusan yang salah dan dapat memperluas penyebaran COVID-19 adalah budaya menimbun masker! Hal tersebut membuat dunia di ambang krisis masker karena yang membutuhkan justru tidak kedapatan. Keterlaluan kan?!

Menyundul kembali cuitan Wakil Laksamana Jerome Adams untuk Korps Dinas Kesehatan Publik Amerika Serikat (PHSCC), membeli masker jika tidak perlu malah membuat tenaga medis dan yang membutuhkan tidak kebagian. Hasilnya? COVID-19 malah menyebar luas.

"Hentikan membeli masker berlebihan, jika tidak perlu banget!"

Membeli masker juga tidak membuatmu kebal terhadap COVID-19! Masih ada yang kaget?

Hal tersebut karena masker yang kita beli pada umumnya (masker operasi) hanya menutup hidung dan mulut (itupun tidak sepenuhnya), sementara mata tidak tertutup. Lagipula, masker operasi tidak dapat melindungimu dari partikulat virus COVID-19.

Jadi, masker tipe apakah yang bisa menangkal COVID-19? Masker N95-lah yang bisa. Kalau sudah tahu jenis masker yang efektif, jangan kamu timbun juga!

Dokter Kepala UGD Lenox Hill Hospital, Dr. Robert Glatter, mengatakan kalau masker N95 hanya direkomendasikan untuk petugas medis yang memang merawat pasien COVID-19 atau pasien suspect dan positif COVID-19.

Glatter mengeluhkan bahwa jika orang-orang menimbun masker termasuk N95, bagaimana nasib yang membutuhkan? Malah kehabisan!

"Dengar, kan?"

Jadi, setop timbun masker agar tidak memperkeruh suasana!

Itulah lima hal simpel namun fatal yang dapat menghambat usaha pemerintah dan tenaga medis menghentikan penyebaran COVID-19.

Manusia tidak dapat memerintahkan virus untuk berhenti. Pada akhirnya, tindakan masyarakatlah yang menentukan apakah dunia bisa menang dari virus corona baru ini atau tidak.

Yuk, lebih peka pada keadaan sekitar demi penanggulangan COVID-19.

Baca Juga: WHO Umumkan Virus Corona Resmi Pandemi, Ini 7 Tanda Penyakit Pandemik

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya