Comscore Tracker

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebih

Tubuhmu stres berat jika kamu tak tidur selama 36 jam!

Apakah kamu sering begadang buat menyelesaikan tugas pekerjaan atau kuliah? Percayalah, kebiasan itu tidak baik, karena bagaimana pun juga, tidur merupakan salah satu kebutuhan utama manusia.

Jam tidur yang kurang membuat kinerja tubuh tidak optimal, sehingga bisa memicu kesalahan yang fatal. Gak cuma mengurangi produktivitas, kurang tidur juga mengancam kesehatan tubuh. Kurang tidur antara lain dapat menyebabkan:

  • Refleks lebih lambat
  • Suasana hati naik turun alias mood swing
  • Lebih rentan terkena penyakit
  • Kesehatan mental menurun

Kurang tidur saja bisa menyebabkan dampak buruk itu. Bagaimana dengan yang suka begadang?

Tubuh butuh tidur untuk bisa bekerja dengan baik. Bila waktu istirahat tersebut direnggut, konsekuensi serius menanti! Inilah hal-hal yang terjadi pada tubuh bila kamu begadang atau tak tidur selama berhari-hari.

1. 24 jam/1 hari

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebihilustrasi begadang mengerjakan tugas (community.sparknotes.com)

Jika tubuhmu terjaga selama 24 jam, efeknya seperti mabul alkohol. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika (CDC), begadang selama 20-25 jam ibarat tubuh punya tingkat alkohol dalam darah atau blood alcohol content (BAC) sebesar 0,10 persen. Normalnya? 0,08 persen!

Seperti orang mabuk yang dilarang mengemudi atau mengerjaka tindakan ekstrem, orang yang abis begadang pun begitu. Begadang seharian juga dapat menyebabkan:

  • Kantuk di siang hari
  • Pandangan kabur
  • Mood swing
  • Kesulitan untuk fokus dan mengambil keputusan
  • Tremor, gemetar, dan tegang otot
  • Kesulitan melihat atau mendengar

2. 36 jam/1,5 hari

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebihilustrasi mengantuk dan tidak bersemangat pada siang hari (casper.com)

Efek tidak tidur selama 36 jam lebih berat. Tubuh diserang stres sehingga otak lebih aktif memproduksi hormon kortisol. Ketidakseimbangan hormon dapat mengganggu reaksi dan fungsi tubuh yang semestinya.

Di fase ini kamu mengalami perubahan mood dan nafsu makan. Kamu juga gampang stres, tubuh menggigil, dan temperatur tubuh jadi turun naik!

Jika kamu tidak kunjung tidur, asupan oksigen tubuhmu juga menurun. Konsekuensi lainnya dari melek selama 1,5 hari adalah:

  • Gangguan memori
  • Penurunan energi dan motivasi
  • Rentang perhatian pendek dan gampang teralihkan fokusnya
  • Gangguan fungsi kognitif, termasuk masalah dengan penalaran atau pengambilan keputusan
  • Kelelahan yang intens dan kantuk
  • Kesulitan berbicara dengan jelas atau menyusun kata-kata yang tepat

3. 48 jam/2 hari

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebihilustrasi microsleep (unsplash.com/Lechon Kirb)

Ada orang yang bertahan tidak tidur hingga dua hari. Jika kamu tanpa istirahat selama 48 jam, fungsi tubuh dan pikiranmu benar-benar akan terganggu. Efeknya, kamu lebih sulit fokus dan mengingat. Kamu pun lebih sering mengalami mood swing, sehingga kamu mudah marah dan sedih.

Dari sisi kesehatan, begadang selama 48 jam dapat melukai sistem imun. Kamu jadi lebih gampang sakit karena tanpa istirahat, sistem imun tak dapat memulihkan diri, sehingga penyakit lebih mudah menginvasi. Menjaga diri tetap terjaga setelah 48 jam adalah tantangan yang berat.

Setelah 2 hari begadang, akan terjadi microsleep. Sesuai namanya, kamu kehilangan kesadaran dalam beberapa detik hingga setengah menit. Setelah sadar, kamu baru kembali ke "dunia nyata", tetapi disertai dengan rasa bingung dan pusing!

Baca Juga: Tidur Tanpa Mimpi? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

4. 72 jam/3 hari

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebihilustrasi begadang (shutterstock.com/PrinceOfLove)

Kamu tetap terjaga sampai 3 hari? Bukan sesuatu yang harus dibanggakan! Kamu pasti pengin banget tidur, sehingga sulit untuk fokus pada aktivitas bahkan pikiran sendiri. Pikiran dan fungsi tubuh simpel jadi terkesan berat untuk tubuh yang diforsir selama 72 jam.

Karena kelelahan ekstrem, jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Selain itu, emosi juga jadi lebih tidak terkendali. Tidak jarang, perasaan kecemasan, depresi, dan paranoia muncul. Bukannya menakuti, tetapi persepsimu pun dapat dipengaruhi akibat kelelahan ini. Jadi, tidak jarang terjadi:

  • Ilusi dan halusinasi
  • Tidak mampu memproses informasi dengan kritis
  • Hat phenomenon atau "fenomena topi", ketika kamu merasakan sensasi tekanan di sekitar kepala

5. Lebih dari 3 hari?

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebihilustrasi mengantuk saat bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Begadang lebih dari tiga hari sangat berbahaya! Bayangkan efek-efek sebelumnya, tetapi dengan intensitas yang lebih buruk. Halusinasi dan paranoia semakin parah, sehingga menyebabkan psikosis yang menyebabkan seseorang "terputus" dari kenyataan.

Mungkin kamu pernah mendengar kasus kematian akibat kurang tidur. Hal ini dapat terjadi karena fungsi otak terganggu sehingga terjadi gagal organ. Kabar baiknya, kasus ini jarang terjadi.

Yang lebih berbahaya adalah kalau kamu melakukan aktivitas yang menuntut fokus tinggi, seperti mengemudi atau pekerjaan berat lainnya. Kamu akan lebih sering mengalami microsleep, sehingga dapat meningkatkan potensi kecelakaan sampai kematian. Jika ini masalahmu, segera konsultasi dengan ahlinya agar masalah ini segera teratasi.

Bagaimana kalau terlalu banyak tidur?

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebihilustrasi tertidur (unsplash.com/Hernan Sanchez)

Kesimpulannya: tidur itu penting dan kurang tidur bahkan begadang berhari-hari dapat menyebabkan tubuh terganggu. Namun, apa pun yang berlebihan tidak baik. Meskipun tidak terdengar menakutkan seperti kurang tidur, kelebihan tidur juga dapat menyebabkan konsekuensi fatal.

Jika tidur berlebihan, maka inilah yang dapat terjadi:

  • Gangguan kognitif, termasuk masalah dengan penalaran dan berbicara
  • Kantuk di siang hari
  • Lesu dan energi rendah
  • Sakit kepala
  • Perasaan depresi atau mood negatif
  • Kesulitan tertidur dan sering terbangun tanpa sebab.

Menurut sebuah studi di Prancis yang dimuat di jurnal PLOS One tahun 2014, gangguan fisik dan psikis bisa mengintai. Melibatkan 24.671 orang dewasa, tim peneliti menemukan bahwa tidur lebih dari 10 jam berhubungan dengan depresi, obesitas, hipertensi, dan diabetes tipe 2.

Tips menjaga dan meningkatkan kualitas tidur

5 Dampak Buruk pada Tubuh Jika Kamu Tak Tidur Seharian atau Lebihilustrasi suasana tidur yang nyaman (unsplash.com/Jp Valery)

Kurang tidur? Salah. Kelebihan tidur? Salah! Jadi, berapa lama durasi yang dibutuhkan? Kebanyakan orang dewasa butuh 7-9 jam tidur per malam. Tentu saja, durasi ini tergantung dari usia dan jenis kelamin.

Lalu, bagaimana agar tidur jadi lebih efektif? Dilansir Healthline, inilah yang dapat kamu lakukan:

  • Gunakan kamar tidur untuk santai dan tidur, bukan untuk aktivitas sehari-hari
  • Ciptakan atmosfer kamar senyaman mungkin. Bagaimana caranya?
    • Matikan lampu kamar. Takut kegelapan? Nyalakan lampu tidur yang redup 
    • Suhu dalam kamar harus sejuk, jadi nyalakan AC atau penyejuk ruangan lain beberapa jam sebelum tidur
    • Pilih kasur dan bantal yang nyaman
    • Gantung tirai untuk menghalangi cahaya matahari masuk tiba-tiba di pagi hari
    • Gunakan kipas angin untuk menciptakan white noise jika kamu tinggal di apartemen, asrama, atau kos-kosan bersama teman sekamar yang berisik
    • Belilah seprai dan selimut berkualitas
  • Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari
  • Berolahraga secara rutin karena olahraga dapat menguras energi tubuh, sehingga kamu jadi lebih mudah tertidur

Masih ingat kata Rhoma Irama? Begadang sebenarnya boleh, tetapi kalau ada perlunya. Kalau tidak ada perlunya? Ya, tidurlah! Jam tidur cukup akan menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Bila kamu mengalami sulit tidur hingga berhari-hari, sebaiknya periksa ke dokter sebelum dampaknya makin serius.

Baca Juga: Cara-cara untuk Tidur dalam 10 Detik, 1 Menit, dan 2 Menit

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya