Comscore Tracker

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D Berlebihan

Berisiko keracunan hingga mengalami kerusakan ginjal

Di tengah pandemik COVID-19 yang belum kunjung usai, banyak orang kini lebih peduli dengan kesehatannya. Mereka berupaya menerapkan pola hidup sehat supaya daya tahan tubuh kuat.

Beragam cara ditempuh untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Mulai dari berolahraga, rutin memakan sayur dan buah, hingga mengonsumsi vitamin D.

Soal vitamin D, itu memang bisa meningkatkan imun supaya tidak mudah terserang virus corona. Tapi ada sejumlah temuan seputar vitamin D berikut ini yang patur kamu ketahui. Termasuk tidak boleh digunakan berlebihan jika tidak ingin berdampak buruk.

1. Kelebihan vitamin D mendatangkan racun

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D Berlebihanfamilydoctor.org

Dikutip dari CNN, terlalu banyak mengonsumsi citamin D bisa memicu penumpukan kalsium yang beracun di dalam darah. Penumpukan itu menyebabkan kebingungan, disorientasi, dan masalah dengan ritme jantung.

Selain itu juga bisa menimbullkan nyeri tulang, kerusakan ginjal, serta batu ginjal yang menyakitkan. Makanya, konsumsi vitamin D secukupnya saja.

2. Dosis aman vitamin D per hari

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D Berlebihanesc-asia.com

Menurut Institute of Medicine of The National Academies' Food and Nutrition Board, kamu disarankan mengonsumsi vitamin D harian dengan tidak melampaui batas 600 IU/per hari. Untuk orang yang berusia lebih dari 70 tahun, dosis bisa ditambah hingga 800 IU/per hari.

Dosis kebutuhan harian vitamin D di setiap negara berbeda-beda. Tapi secara umum, dosis yang normal berkisar antara 400-800 IU/per hari.

3. Tidak ada bukti vitamin D dapat melindungi seseorang dari COVID-19

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D BerlebihanWarga memakai masker pelindung berjalan di sebuah distrik pasar lokal di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Meski banyak dipercayai, tapi sejauh ini belum ada bukti bahwa kadar vitamin D yang tinggi bisa melindungi orang dari COVID-19. Robin May dari Institute of Microbiology and Infection di University of Birmingham mengatakan, seseorang tidak bisa mengonsumsii kadar vitamin D di luar yang direkomendasikan pakar medis di berbagai sumber terpercaya.

Dikutip dari Melansir healthline.com, dengan mempertimbangkan semua kondisi, asupan vitamin D harian sebanyak 1000-4000 IU, atau 25-100 mikrogram, semestinya sudah cukup untuk memastikan kadar darah optimal pada kebanyakan orang.

Baca Juga: Cara dan Waktu Berjemur yang Tepat di Bawah Matahari Indonesia

4. Peringatan dosis vitamin D sudah mulai digaungkan

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D Berlebihan.hollandandbarrett.com

Untuk mengatasi lonjakan minat masyarakat terhadap vitamin D, National Health Service Inggris menambahkan pembaruan ke halaman informasi mereka tentang vitamin D. Mereka menyatakan kalau mereka menemukan beberapa laporan yang menyebarluaskan bahwa vitamin D bisa mengurangi risiko terkena COVID-19. Kenyataannya, itu tidak benar karena belum ada yang berhasil membuktikannya.

Peringatan itu pun digaungkan oleh kelompok ilmuwan lain dari Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Mereka menerbitkan makalah konsensus vitamin D yang memperingatkan bahaya dari konsumsi vitamin D dengan dosis tinggi.

5. Awal mula bagaimana vitamin D bisa menjadi sensasi

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D BerlebihanPixabay

Ribut-ribut soal vitamin D mulai terjadi saat para peneliti di Amerika Serikat dan Inggris membangingkan tingkat vitamin D dari berbagai negara dengan tingkat kematian pada kasus virus corona.

Kesimpulan para peneliti, negara-negara yang melaporkan tingkat konsumsi vitamin D yang lebih rendah memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi akibat COVID-19.

6. Orang tua dan orang berkulit gelap lebih rentan terhadap kekurangan vitamin D

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D BerlebihanPixabay/isakarakus

Di dunia ini, orang yang paling rentan kekurangan vitamin D adalah orang tua dan orang berkulit gelap. Orang dengan kulit gelap cenderung sulit menyerap cukup sinar matahari yang dibutuhkan untuk memprodouksi vitamin D. 

Tubuh orang tua juga kurang efisien dalam menciptakan vitamin D seiring bertambahnya usia, sehingga banyak lansia yang biasanya kekurangan vitamin D. Apalagi kekurangan vitamin D cukup berkaitan erat dengan penyakit kronis umum seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Dengan penyakit yang ditimbulkan oleh kekurangan vitamin D, maka virus corona bakal lebih mudah membunuh seseorang. Tidak bisa dimungkiri kalau kebanyakan pasien COVID-19 yang meninggal bukanlah orang yang tidak punya penyakit bawaan, melainkan orang-orang yang sudah mengidap beberapa penyakit kronis sejak lama.

7. Terlalu dini untuk mengumumkan kalau vitamin D bisa berperan penting

Bisa Lawan Corona, Simak Dampak Buruk Konsumsi Vitamin D Berlebihanucc.com

William Henley, seorang profesor statistik medis di University of Exeter mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang pentingnya vitamin D dalam menjelaskan kerentanan COVID-19. Alhasil, penyelidikan terhadap vitamin D menjadi sangat mendesak agar masyarakat tidak salah informasi lagi.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu seputar vitamin D yang dianggap bisa menyembuhkan pasien COVID-19. Segala sesuatu yang berlebihan itu selalu mendatangkan kemungkinan terburuk!

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: Jangan Diikuti, 8 Cara Pencegahan Virus Corona Ini Salah menurut Medis

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya