Comscore Tracker

5 Jenis Minyak yang Tidak Disarankan untuk Bahan Masakan

Yang diklaim menyehatkan belum tentu baik lho! #IDNTimesFood

Minyak termasuk bahan penting untuk memasak. Tidak cuma membantu mematangkan masakan, minyak juga bikin makanan lebih enak.

Kita mengenal banyak jenis minyak, dengan karakteristik dan kegunaan masing-masing. Tapi sebenarnya tidak semua baik digunakan untuk memasak. Bahkan minyak yang diklaim menyehatkan juga belum tentu baik.

Supaya tidak salah pilih, kenali sejumlah minyak yang sebaiknya tidak digunakan memasak berikut ini, dikutip dari Time dan Healy Eats Real.

1. Minyak kelapa

5 Jenis Minyak yang Tidak Disarankan untuk Bahan Masakanilustrasi kelapa (pexels.com/samer daboul)

Minyak kelapa sangat populer dan mudah didapatkan. Tapi sebenarnya ini bukan minyak yang baik untuk memasak. Alasannya: titik asapnya rendah, sedangkan kandungan lemak jenuhnya tinggi.

Dengan titik asap 176 derajat Celsius, minyak kelapa cuma boleh digunakan untuk memasak dengan suhu rendah hingga sedang, seperti panekuk atau telur orak-arik. Lemak jenuhnya juga bisa meningkatkan kolesterol LDL yang jahat di samping meningkatkan kolesterol HDL yang baik.

2. Minyak biji rami

5 Jenis Minyak yang Tidak Disarankan untuk Bahan Masakanilustrasi biji rami (pexels.com/Vie Studio)

Minyak jenis ini punya kandungan asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung dan rasa yang kaya. Tapi di sisi lain, minyak ini juga mudah rusak saat terpapar panas pada tingkat apa pun, sehingga cuma bisa dipakai terbatas di dapur.

Minyak biji rami lebih baik dipakai langsung untuk saus, ditaburkan di atas roti panggang, atau salad. Kamu juga harus menyimpannya di lemari es karena minyak ini bisa cepat tengik pada suhu kamar.

Baca Juga: 5 Bahan yang Dapat Digunakan sebagai Pengganti Minyak Goreng

3. Minyak biji anggur

5 Jenis Minyak yang Tidak Disarankan untuk Bahan Masakanilustrasi anggur (unsplash.com/Evie Fjord)

Pada minyak biji anggur terdapat banyak kandungan berupa asam lemak omega-6. Tubuh membutuhkan tapi dalam jumlah sedikit. Terlalu banyak omega-6 justru akan menyebabkan peradangan yang menjadi pemicu penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti kanker dan gangguan autoimun.

Minyak yang tinggi lemak tak jenuh ganda omega-6, seperti minyak biji anggur sangat rapuh dan rentan terhadap oksidasi. Ketika minyak teroksidasi, itu menciptakan radikal bebas yang juga dapat menyebabkan kanker, peradangan, ketidakseimbangan hormon, dan kerusakan tiroid.

4. Minyak sayur

5 Jenis Minyak yang Tidak Disarankan untuk Bahan Masakanilustrasi minyak sayur (pixabay.com/HomeMaker)

Minyak sayur merujuk pada minyak apa pun yang berasal dari sumber tumbuhan dan efeknya bagi kesehatan tergantung pada sumbernya dan untuk apa digunakan. Meskipun begitu, sekitar 99 persen dari sebotol minyak sayur sebenarnya hanyalah minyak kedelai.

Minyak kedelai terdiri dari 54 persen omega-6. Seperti telah dibahas sebelumnya, terlalu banyak omega-6 dapat menyebabkan peradangan dan masalah kesehatan. Meskipun memberikan beberapa dampak buruk jika diolah sebagai minyak, biji kedelai murni atau yang difermentasi sebenarnya kaya akan asam fitat dan inhibitor tripsin yang baik bagi kesehatan. Jadi, kamu tidak perlu takut mengonsumsi biji kedelai murni.

5. Minyak kanola

5 Jenis Minyak yang Tidak Disarankan untuk Bahan Masakanilustrasi tanaman kanola (pixabay.com/ASSY)

Minyak kanola dibuat dengan mengambil minyak mentah yang telah diekstraksi dari tanaman Brassica napus atau rapeseed lalu disaring, diputihkan, dan dihilangkan baunya. Karena minyak kanola diproses di bawah panas tinggi, ini menyebabkan minyak menjadi tengik sehingga minyak harus diproses lebih lanjut dengan pemutih karsinogenik industri dan pewangi, seperti heksana.

Lebih lanjut, minyak kanola sebenarnya sangat rapuh dan dapat mengalami oksidasi melalui pemanasan. Jika digunakan untuk memasak, minyak ini akan cepat tengik dan kandungan lemak jenuhnya bisa memicu penyakit jantung dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Itulah sejumlah minyak yang tidak cocok untuk memasak. Sebagai gantinya, pilihlah minyak alpukat atau biji bunga matahari karena selain memiliki nilai gizi yang baik, minyak ini juga memiliki titik asap yang cukup tinggi sehingga lebih cocok untuk memasak.

Baca Juga: Resep Minyak Kulit Ayam ala Ayudia Bing Slamet, Bikin Ngiler!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Eka ami di IDN Times Community dengan judul 5 Jenis Minyak yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Memasak

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya