Comscore Tracker

Survei Mercer: Gaji Karyawan Rata-rata Naik 6,9 Persen di 2021

Tapi 18 persen perusahaan tidak yakin dengan kenaikan gaji

Jakarta, IDN Times – RisetTotal Remuneration Survey oleh firma konsultasi Mercer mengungkapkan bahwa gaji pekerja di Indonesia kemungkinan meningkat di tahun 2021, meski perekonomian terdampak pandemik COVID-19.

Survei yang melibatkan 523 perusahaan di 14 industri pada April-Juni 2020 itu menangkap tren dan prediksi remunerasi utama untuk perekrutan dan pembayaran upah untuk tahun depan. Survei tambahan digelar pada Juli dan Agustus sehubungan dengan lingkungan pasar yang cepat berubah, kata perusahaan dalam rilis yang diterima IDN Times, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Kamu Berhak Dapat Upah Lembur Bila Tetap Bekerja saat Libur Pilkada 

1. Kenaikan upah rata-rata 6,9 persen

Survei Mercer: Gaji Karyawan Rata-rata Naik 6,9 Persen di 2021Ilustrasi Upah (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut survei itu, bisnis di Indonesia memperkirakan kenaikan gaji di Indonesia rata-rata 6,9 persen di tahun 2021. Survei tidak menghitung perusahaan yang telah menerapkan pembekuan upah.

Di sisi lain, sebanyak 18 persen perusahaan masih tidak yakin tentang kenaikan gaji tahun depan.

“Pada tahun 2020, perusahaan memberikan karyawan kenaikan gaji sekitar 6,8 persen tahun ini, di bawah 7,6 persen yang dianggarkan perusahaan sebelum pandemik melanda,” menurut survei itu.

2. Masih ada perusahaan yang terapkan pembekuan gaji di 2021

Survei Mercer: Gaji Karyawan Rata-rata Naik 6,9 Persen di 2021Ilustrasi upah minimum kabupaten/kota (IDN Times/Istimewa)

Survei juga merekam bahwa banyak organisasi di Indonesia yang mengambil pendekatan konservatif terhadap kenaikan gaji saat mereka menavigasi dampak COVID-19.

Sebanyak 1,7 persen perusahaan mengatakan akan menerapkan atau melanjutkan pembekuan gaji. Sebanyak 6 persen telah menyatakan telah atau akan menerapkan pengurangan gaji sementara sesuai dengan pengurangan jam kerja hingga pandemik selesai.

Tahun ini, ada sebanyak 4,6 persen perusahaan yang menerapkan pembekuan gaji, kata laporan itu.

3. Angka rekrutmen karyawan rendah

Survei Mercer: Gaji Karyawan Rata-rata Naik 6,9 Persen di 2021ilustrasi karyawan kena PHK (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Survei juga menemukan bahwa kegiatan rekrutmen diperkirakan akan melambat di tahun mendatang. Ada 58 persen perusahaan Indonesia yang berniat mempertahankan jumlah karyawan mereka pada tahun 2021, dan cuma merekrut untuk penggantian karyawan.

Sementara 10 persen perusahaan yang disurvei berencana untuk mengurangi jumlah karyawan.

Baca Juga: Resmi, Pesangon PHK Turun Jadi 25 Kali Gaji dari 32 Kali Gaji

4. Bonus diperkirakan akan turun pada tahun 2021

Survei Mercer: Gaji Karyawan Rata-rata Naik 6,9 Persen di 2021ilustrasi THR (IDN Times/Ita Malau)

Pada tahun 2020, sembilan dari 10 perusahaan yang disurvei memberikan pembayaran bonus dengan rata-rata 15 persen dari gaji pokok tahunan, di bawah yang dianggarkan 17,5 persen sebelum pandemik. Sektor Otomotif mendapatkan bonus tertinggi sebesar 29,2 persen, diikuti oleh sektor Pertambangan dan Jasa Pertambangan (Mining dan  Mining Services) yang sebesar 19 persen.

Tetapi prospek bonus untuk 2021 tetap diselimuti ketidakpastian. Sebanyak 27 persen dari perusahaan yang disurvei memprediksi bonus berkurang dari tahun ini, sementara satu dari dua perusahaan mengatakan terlalu dini untuk memutuskan. Hanya 3,7 persen dari perusahaan yang disurvei memproyeksikan bonus meningkat tahun depan.

“Meskipun dampaknya berbeda-beda di berbagai industri, perusahaan melihat lebih dekat bagaimana anggaran gaji dan insentif dialokasikan. Mereka meninjau faktor kinerja, struktur remunerasi dan dampaknya terhadap daya saing pasar, di antara pertimbangan lainnya,” kata Astrid Suryapranata, Career Business Leader Mercer untuk Indonesia.

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya