Comscore Tracker

Pesangon Dipangkas Jadi 25 Kali Gaji, Apa Kata KADIN?

RUU Cipta Karya menurunkan pesangon dari 32 kali gaji

Jakarta, IDN Times - Pemerintah dan DPR sepakat mengubah pesangon pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui klaster ketenagakerjaan di omnibus law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Pesangon PHK ditetapkan setara 25 kali gaji. Jumlah itu menurun dibandingkan aturan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13/2003, yang maksimal hingga 32 kali gaji.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Roslan Roeslani mengatakan pesangon memang dipangkas, namun jumlah yang diterima pekerja Indonesia masih tertinggi untuk kawasan Asia Tenggara.

"Kita mesti lihat sudah dipangkas 25 pun kita masih jauh lebih tinggi dibanding negara ASEAN lainnya," kata Rosan kepada IDN Times, Minggu (4/10/2020).

1. Jarak antara produktivitas dan upah buruh kian jauh

Pesangon Dipangkas Jadi 25 Kali Gaji, Apa Kata KADIN?Ilustrasi pekerja atau buruh pabrik. (IDN Times/Zainul Arifin)

Analisis Japan External Trade Organization (JETRO) mengungkapkan bahwa jarak antara produktivitas dan upah buruh semakin jauh. Hal itu, kata Rosan, berimbas pada investasi padat karya yang tidak masuk ke Indonesia.

Menurutnnya, kondisi ini harus dikoreksi. Apalagi pesangon di Indonesia masih tertinggi dibandingkan negara lain di ASEAN.

"Itu juga yang mesti dilihat. Kita kan antara kenaikan upah buruh, pesangon harus beriringan dengan peningkatan produktivitas juga," ucap dia.

Baca Juga: RUU Cipta Kerja Disebut Berat Sebelah, Pengusaha Buka Suara

2. Pesangon yang diberikan Thailand dan Vietnam lebih kecil dari Indonesia

Pesangon Dipangkas Jadi 25 Kali Gaji, Apa Kata KADIN?Ilustrasi uang (IDN Times/Zainul Arifin)

Rosan mencontohkan Vietnam yang disebut memberikan pesangon lebih kecil dari Indonesia. Pesangon di sana hanya 10 kali dari upah. Kemudian di Thailand, besarannya tidak sampai 20 kali upah.

"Ya memang koreksi ini kita juga melihat dari produktiitas dibanding negara lain. Kita lihat pesangon dari negara lain seperti apa. Pada saat investasi mau masuk ke Indonesia, mereka juga lihat. AKhirnya industri padat karya gak masuk ke Indonesia," ungkap dia.

3. Perbandingan pesangon beberapa negara di ASEAN

Pesangon Dipangkas Jadi 25 Kali Gaji, Apa Kata KADIN?Ilustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Dilansir dari data International Labour Organization (ILO), pesangon yang diberikan perusahaan Thailand untuk pekerja dengan masa kerja di atas 6 bulan adalah 30 hari upah. Sementara itu maksimal pesangon yang diberikan untuk pekerja dengan masa bakti di atas 20 tahun adalah setara 400 hari upah.

Lalu Malaysia, pekerja dengan masa kerja di atas 6 bulan tidak mendapat pesangon. Mereka baru bisa merasakannya ketika sudah bekerja di atas 1 tahun dengan pesangon sebesar 10 hari upah. Sementara untuk pekerja yang masa baktinya di atas 20 tahun mendapat pesangon setara 400 hari upah.

Kemudian Vietnam yang memberikan kebijakan bagi pekerja dengan masa bakti di atas 1 tahun adalah 0,5 bulan upah. Sementara pekerja dengan masa bakti di atas 20 tahun adalah setara 10 bulan upah.

Baca Juga: Fakta-fakta Perjalanan Omnibus Law Cipta Kerja yang Penuh Kontroversi

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya