Comscore Tracker

Sedang Tren, Apakah Investasi Bitcoin Halal?

Minat terhadap mata uang kripto tengah meningkat

Jakarta, IDN Times - Aset mata uang kripto atau cryptocurrency semakin diminati orang dari berbagai belahan dunia. Aset berisiko ini pun terus meningkat nilainya.

Salah satu yang tren adalah Bitcoin. Saat ini harga sekeping bitcoin berkisar 57 ribu dolar AS atau sekitar Rp825,8 juta. Belum lama ini, viral calon pengantin di Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang menggunakan hantaran atau panaik dua Bitcoin senilai Rp1,6 miliar.

Namun kali ini  kita tidak akan membahas soal harga dari bitcoin tersebut. Melainkan soal kehalalannya, yang sering dipertanyakan orang. Berikut ini ulasannya.

Baca Juga: Nikahan di Bulukumba, Uang Panai Digital Pakai Bitcoin Senilai Rp1,6 M

1. Ada dua hukum terpisah yang berlaku bagi Bitcoin

Sedang Tren, Apakah Investasi Bitcoin Halal?Pixabay/tom bark

Mengutip laman Muhammadiyah, lembaga fatwa Darul Ifta Al-Azhar Mesir merilis hasil kajian mereka pada 28 Desember 2017. Hasilnya, disebutkan bahwa bitcoin berstatus haram secara syariat, karena unsur gharar.

Unsur gharar merupakan istilah fikih yang mengindikasikan adanya keraguan, pertaruhan (spekulasi), dan ketidakjelasan yang mengarah merugikan salah satu pihak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan catatan terhadap Bitcoin. MUI menyebut bahwa bitcoin memiliki dua hukum, yakni mubah dan haram. Mubah berlaku jika bitcoin digunakan hanya sebagai alat tukar bagi dua pihak yang saling menerima. Sementara itu hukum haram jika bitcoin digunakan sebagai investasi.

Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fahmi Salim menyatakan hingga kini belum ada fatwa khusus sebagai pedoman dalam menyepakati hukum uang kripto. Menurutnya, para ulama tidak tergesa-gesa dalam memberi hukum terhadap komoditi tersebut.

Namun secara pribadi dia menyebut bahwa hukum dari penggunaan mata uang kripto bergantung pada penggunaannya. “Teknologi ‘kripto’ ini sebetulnya adalah bebas nilai. Kalau digunakan untuk melahirkan produk yang haram atau jasa yang haram, maka produknya haram. Kalau digunakan untuk menghasilkan yang halal maka produknya bisa tetap halal,” paparnya.

Baca Juga: Lagi, Kapitalisasi Pasar Bitcoin Lampaui 1 Triliun Dolar AS

2. Bitcoin halal di sejumlah negara

Sedang Tren, Apakah Investasi Bitcoin Halal?pixabay/mohamed_hassan

Laporan Blossom Finance menyebut bahwa sejumlah negara menghalalkan bitcoin. Di Jerman misalnya, bitcoin diakui sebagai mata uang di bawah perlindungan hukum, sehingga memenuhi syarat sebagai uang dalam Islam di sana.

Di Indonesia, bitcoin belum diakui sebagai alat pembayaran yang sah. Namun, pemerintah telah mengakui bahwa produk kripto itu sebagai komoditi berjangka. Menurut mereka, hukumnya pun sama dengan apa yang terjadi di Jerman. Bitcoin tetap legal untuk diperjual belikan sebagai aset layaknya emas dan perak.

Sebagai catatan, bitcoin bukan alat tukar, sehingga ketika kamu ingin membeli sesuatu maka harus dikonversi dalam bentuk rupiah.

3. Elon Musk izinkan beli produk Tesla menggunakan bitcoin

Sedang Tren, Apakah Investasi Bitcoin Halal?CEO Tesla, Elon Musk (www.instagram.com/@elonmusk)

Diberitakan sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengumumkan mobil listrik buatan perusahaannya kini sudah bisa dibeli menggunakan bitcoin. Hal itu diumumkan Musk di Twitternya pada Rabu (24/3/2021).

“Anda sekarang dapat membeli Tesla dengan Bitcoin,” tulis salah satu orang terkaya di dunia itu dalam rangkaian tweetnya.

Ia juga mengatakan Tesla hanya menggunakan perangkat lunak internal dan sumber terbuka dan mengoperasikan node Bitcoin secara langsung.

“Bitcoin yang dibayarkan ke Tesla akan dipertahankan sebagai Bitcoin, tidak dikonversi ke mata uang fiat,” jelasnya.

Baca Juga: Elon Musk Umumkan Mobil Tesla sudah Bisa Dibeli Pakai Bitcoin

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya