Comscore Tracker

Para Miliarder Dunia Ini Pernah Merasakan Jadi Gelandangan

Semua bisa berubah jika mau bekerja keras

Jakarta, IDN Times - Sebagian besar miliarder di dunia kaya raya karena harta warisan. Tapi gak sedikit juga di antara mereka yang harus mati-matian sebelum bisa menjadi konglomerat.

Seperti para miliarder berikut ini yang memulai hidup benar-benar dari bawah. Dulu, bahkan untuk makan saja mereka sulit. Tapi mereka membuktikan bisa mengubah hidup berkat kerja keras dan kegigihan.

Dirangkum IDN Times dari berbagai sumber, berikut ini tiga mantan gelandangan yang kini jadi miliarder dunia. Semoga menginspirasi!

1. Chris Gardner

Para Miliarder Dunia Ini Pernah Merasakan Jadi GelandanganChris Gardner (Wikimedia/Oleh dbking - Chris Gardner, the inspiration for the film "The Pursuit of Happyness" with Will Smith, CC BY 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=2723066)

Chris Gardner terkenal sebagai pebisnis cum motivator. Tapi dulu, di usia 27 tahun, dia bersama anaknya yang masih bayi sempat menjadi gelandangan selama satu tahun di San Fransisco.

Di masa itu Gardner masih berstatus karyawan magang perusahaan pialang saham dengan gaji rendah. Dia bahkan tidak punya cukup uang untuk membayar sewa apartemen.

Gardner yang berpisah dengan istrinya harus rela tidur berpindah-pindah tempat, di mana pun yang memungkinkan. Dari toilet di stasiun kereta api, taman, penampungan di gereja, atau di kolong tempat kerjanya.

Kerja keras memang tidak mengkhianati hasil. Singkat cerita, Chris Gardner diangkat jadi karyawan tetap dan gaji mapan. Di kemudian hari, dia bisa punya tempat tinggal sendiri hingga bisa membangun perusahaan investasi sendiri, Gardner Rich. 

Hollywood kemudian datang memanggilnya ketika ia menulis otobiografi terlarisnya yang berjudul The Pursuit of Happyness (kesalahan judul memang disengaja).

Kekayaan Chris saat ini ditaksir mencapai 70 juta dolar AS atau setara Rp980 miliar (kurs Rp14 ribu).

Baca Juga: Geser Jeff Bezos, Elon Musk Jadi Orang Terkaya Di Dunia

2. Steve Jobs

Para Miliarder Dunia Ini Pernah Merasakan Jadi GelandanganSumber Gambar: myuniversitymoney.com

Kira-kira siapa yang tidak kenal dengan orang ini? Produk-produknya mendunia, dan mungkin kamu salah satu orang yang menggunakannya.

Ya, dialah Steve Jobs, pendiri perusahaan raksasa teknologi bernama Apple. Kaya raya di akhir hidupnya, tapi siapa sangka bahwa Steve Jobs pernah perjalan jauh hanya untuk makan?

Jobs, di masa mudanya, pernah mengalami titik di mana dia tidak punya apa pun. Dia memang berasal dari keluarga berkeculupan: ayahnya patolog dan ibunya novelis. Tapi, karena orang tuanya khawatir tidak bisa menyekolahkan Jobs hingga sarjana, akhirnya dirinya dititipkan pada orang tua angkat.

Titik balik kehidupan Jobs dimulai saat dia memutuskan untuk drop out dari kampusnya. Dia kemudian menjual botol Coca Cola dengan bayaran 5 sen per botol, berjalan jauh hingga 7 mil untuk makan di Kuil Hare Khrisna. Dirinya saat itu juga tinggal dengan menumpang di beberapa temannya.

Terlepas dari pekerjaan yang dilakukannya, Jobs memiliki hobi mengutak atik komputer dan mendesain sesuatu. Dia juga gemar merealisasikan ide gila. Siapa sangka, hal itu menarik perhatian Steve Wozniak, rekannya, yang berujung pada pendirian perusahaan IT, Apple Company.

Berkat kerja kerasnya, kedua kerabat tersebut berhasil membawa Apple jadi perusahaan kelas wahid. Valuasi Apple saat ini ditaksir mencapai 2 triliun dolar AS.

Berdasarkan data Forbes di 2011, kekayaan Steve Jobs tercatat sebesar 7 miliar dolar AS. Jobs wafat pada 5 Oktober 2011, dia meninggal dunia karena komplikasi kanker pankreas.

3. Dave Sandoval

Para Miliarder Dunia Ini Pernah Merasakan Jadi GelandanganDave Sandoval (Website/davidsandovalacademy.com)

Dave Sandoval memutuskan hidup sendiri saat berusia 17 tahun. Siapa yang tahu kalau kehidupan akan sangat berat, hingga membuat Dave menggelandang di jalan? Berbagai pekerjaan dilakukannya, mulai dari membersihkan lintasan bowling, menjual speaker, bekerja di pabrik minyak, sampai menjadi pencuci truk.

Kondisinya pada saat itu, sangat memprihatinkan. Saat lapar, dia menyelinap ke klub malam, mengambil sisa makanan dan kadang berpura-pura mabuk agar bisa beristirahat di sofa klub.

Setelah mendengar bibinya meninggal karena sklerosis, dia mencoba peruntungan bekerja di perusahaan farmasi Jepang. Hingga akhirnya, dia mampu mendirikan perusahaan farmasi sendiri, Purium Health Products, yang meraup laba 47 juta dolar AS pada 2015 lalu.

Baca Juga: Sempat Bergelimang Harta, 5 Miliarder Dunia Ini Akhirnya Jatuh Miskin

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya