Comscore Tracker

GAPPRI Sebut Cukai Tembakau Naik 23 Persen Memberatkan Industri Rokok

Setoran ke pemerintah bisa mencapai Rp200 Triliun

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Jumat (13/9), mengumumkan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 23 persen mulai berlaku tahun 2020. Kenaikan cukai berimbas pada harga jual eceran (HJE) rokok yang dikerek hingga 35 persen. 

Menanggapi hal itu, Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) mengatakan kebijakan menaikkan cukai sangat memberatkan Industri Hasil Tembakau (IHT).

Ketua Perkumpulan GAPPRI, Henry Najoan, mengatakan bahwa keputusan yang dilakukan Pemerintah ini juga tidak pernah dikomunikasikan dengan kalangan industri. 

"Selama ini, informasi yang kami terima rencana kenaikan cukai di kisaran 10 persen, angka yang moderat bagi kami meski berat," ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/9).

1. Kenaikan cukai dinilai terlalu tinggi

GAPPRI Sebut Cukai Tembakau Naik 23 Persen Memberatkan Industri RokokIDN Times/Arief Rahmat

Keputusan pemerintah menaikkan cukai sebesar 23 persen dan HJE naik 35 persen tahun 2020 mendatang, membuat industri harus menyetor cukai di kisaran Rp185 triliun. Mengingat target cukai tahun ini Rp157 triliun, belum termasuk pajak rokok 10 persen dan PPN 9,1 persen dari HJE, maka bisa diprediksi setoran ke pemerintah lebih besar lagi.

"Dengan demikian setoran kami ke pemerintah bisa mencapai Rp200 triliun. Belum pernah terjadi kenaikan cukai dan HJE yang sebesar ini. Benar-benar di luar nalar kami," ungkapnya.

Baca Juga: Gudang Garam Pastikan Harga Rokok Naik Sesuai Perubahan Cukai Tembakau

2. Peredaran rokok ilegal bisa merajalela

GAPPRI Sebut Cukai Tembakau Naik 23 Persen Memberatkan Industri RokokANTARA FOTO/Saiful Bahri

Henry mengungkapkan, masalah lain yang dihadapi industri adalah peredaran rokok ilegal. Saat cukai naik 10 persen, kata Henry, peredaran rokok ilegal demikian marak.

"Dengan kenaikan cukai 23 persen dan kenaikan HJE 35 persen, maka dipastikan peredaran rokok ilegal akan semakin marak," terangnya. 

3. Dampak buruk bagi pekerja industri rokok

GAPPRI Sebut Cukai Tembakau Naik 23 Persen Memberatkan Industri RokokANTARA FOTO/Aji Styawan

Henry menambahkan, pelaku IHT juga menghadapi situasi pasar yang masih lesu. Kenaikan cukai dianggap bisa berdampak pada semakin turunnya produksi IHT.

"Dan akan berakibat kepada menurunnya penyerapan tembakau dan cengkeh, serta dampak kepada tenaga kerja," imbuhnya. 

Belum lagi, lanjutnya, rencana simplifikasi atau penggabungan layer yang akan dilakukan pemerintah. 

4. Rokok elektrik jadi ancaman

GAPPRI Sebut Cukai Tembakau Naik 23 Persen Memberatkan Industri RokokDok IDN Times/Ahmad Rifani

Henry mengeluhkan peredaran rokok elektrik yang menjadi ancaman tersendiri bagi IHT. Sebab, kata Henry, pemerintah seolah melakukan kebijakan berbeda antara rokok konvensional dengan rokok elektrik.

"Kelihatannya memang pemerintah tidak peduli pada industri hasil tembakau, tidak memperhatikan nasib tenaga kerja dan petani tembakau dan cengkeh. Kami tidak bisa membayangkan kesulitan yang akan kami hadapi ke depan," jelas dia.

Baca Juga: Pemerintah Ungkap Alasan Naikkan Cukai Rokok Besar-besaran

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya