Comscore Tracker

Pemerintah Setop Diskon Tarif Listrik Bulan Depan, Ini Alasannya

Stimulus tersebut dianggap tidak lagi perlu

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menghentikan stimulus diskon tarif listrik per Juli 2021. Insentif yang termasuk penanganan dampak pandemik COVID-19 itu disetop karena perekonomian masyarakat dianggap sudah mulai pulih.

"Triwulan III 2021 itu belum dapat dilaksanakan dan kemungkinan untuk dilaksanakan kemudian kami lihat kondisinya," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam keterangan yang dikutip ANTARA di Jakarta, Minggu (6/6/2021).

Baca Juga: Listrik Gratis Gak Lanjut tapi Ada Diskon Tarif, Catat Aturannya!

1. Stimulus listrik disetop karena tren positif dalam pertumbuhan ekonomi

Pemerintah Setop Diskon Tarif Listrik Bulan Depan, Ini AlasannyaIlustrasi listrik (IDN Times/Arief Rahmat)

Rida mengatakan, penghentian stimulus diskon tarif listrik seiring tren pertumbuhan ekonomi sejak akhir tahun lalu hingga tiga bulan pertama 2021.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, meskipun mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2021 tercatat minus 0,74 persen secara tahunan (yoy) membaik dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2020 sebesar minus 2,19 persen.

"Itu keputusan secara umum menyangkut juga bantuan sosial yang lain...tidak lagi dibantu oleh negara," kata Rida.

2. Subsidi listrik tercatat mencapai Rp22,10 triliun

Pemerintah Setop Diskon Tarif Listrik Bulan Depan, Ini AlasannyaIlustrasi Listrik. (IDN Times/Arief Rahmat)

Per April 2021, realisasi subsidi listrik tercatat mencapai Rp22,10 triliun. Jumlah itu terdiri dari subsidi untuk 25 golongan pelanggan PLN senilai Rp17,36 triliun, diskon rumah tangga tidak mampu golongan 450 VA dan 900 VA sebesar Rp4,67 triliun, dan diskon golongan bisnis 450 VA serta industri 450 VA senilai Rp66 miliar.

Dalam konteks penanganan dampak pandemi COVID-19, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tagihan listrik 100 persen bagi pelanggan golongan rumah tangga 450 VA serta diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga 900 VA sejak April 2020.

Diskon 100 persen juga diberikan bagi pelanggan bisnis kecil dan industri dengan daya 450 VA serta pembebasan biaya minimum, abonemen dan biaya beban bagi pelanggan sosial, bisnis, dan industri dengan daya lebih dari 1.300 VA.

Ketentuan stimulus listrik tersebut terus diperpanjang dan berlaku hingga triwulan II 2021 dengan besaran diskon yang diberikan hanya 50 persen dari stimulus yang diterima sebelumnya.

Baca Juga: Pemerintah Hentikan Pemberian Diskon Listrik Mulai Juli 2021

3. Penghentian stimulus tarif listrik dinilai tepat

Pemerintah Setop Diskon Tarif Listrik Bulan Depan, Ini AlasannyaIlustrasi listrik (IDN Times/Arief Rahmat)

Direktur Eksekutif Institute For Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai dihentikannya stimulus diskon listrik selama masa pandemik COVID-19 pada Juli mendatang merupakan langkah tepat. Fabby menilai sejatinya stimulus hanya diberikan saat ada kondisi yang memang diperlukan.

"Saya kira dengan kondisi ekonomi mulai menunjukkan adanya perbaikan, di mana kalau kita lihat tren (pertumbuhan ekonomi) sejak akhir tahun lalu sampai sekarang, ekonomi sudah mulai bergerak dengan tren perbaikan ekonomi, maka alasan untuk memberikan stimulus itu tidak lagi valid," katanya seperti dilansir ANTARA.

Baca Juga: Ekonomi Diklaim Membaik, Pemerintah Pangkas Diskon Tarif Listrik

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya