Comscore Tracker

Soal COVID-19 Menular via Udara, Eijkman: Bukan Temuan Baru

Penularan virus corona rentan terjadi di perkantoran

Jakarta, IDN Times - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio merespons hasil riset terbaru 239 peneliti lintas negara soal COVID-19 bisa menular melalui udara. Menurut Amin, itu sebenarnya bukan temuan baru.

Amin mengatakan, dia bahkan sudah mencurigai COVID-19 bersifat airborne  sejak awal kemunculan virus corona baru itu.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19) bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa (7/7/2020).

1. Virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet menjadi partikel yang lebih kecil

Soal COVID-19 Menular via Udara, Eijkman: Bukan Temuan BaruKepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Amin menerangkan, COVID-19 bisa keluar dari tubuh pengidap bersama droplet, yaitu cairan yang dihasilkan ketika bersin, batuk, atau bicara. Droplet yang menempel pada benda-benda dan tersentuh orang lain bisa menularkan virus itu.

Menurut Amin, sebagian virus menyebar lewat udara saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil. Itu menyebebkannya mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa, seperti rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, penghisapan lendir, atau terapi nebulizer," dia menjelaskan.

2. Sudah ada bukti virus COVID-19 menular lewat udara

Soal COVID-19 Menular via Udara, Eijkman: Bukan Temuan BaruPetugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (28/6/2020) (IDN Times/Herka Yanis)

Prof Amin kemudian mengungkapkan bahwa sudah ada bukti virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus jika di sebuah restoran tertutup ada pengunjung yang bersin, maka virus bisa menular ke semua orang di ruangan tersebut.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," ucapnya.

3. Angkutan umum rentan penularan COVID-19

Soal COVID-19 Menular via Udara, Eijkman: Bukan Temuan Baru(Ilustrasi virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Amin juga mengingatkan potensi penularan virus lewat airborne di angkutan umum. Baik itu di bus atau kereta yang tidak punya ventilasi udara.

Amin menambahkan, virus bisa bertahan lama di partikel air liur. Meski tidak bereplikasi tapi bisa hidup berjam-jam bahkan beberapa hari.

Untuk itu Amin mengimbau masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, memakai masker saat ke luar rumah untuk cegah droplet beterbangan.

"Kalau ke luar rumah kalau bisa pakai kacamata atau faceshield karena percikan bisa masuk melalui mata," imbaunya.

4. Sebanyak 239 ilmuwan dari 32 negara mengirim surat terbuka ke WHO

Soal COVID-19 Menular via Udara, Eijkman: Bukan Temuan BaruIlustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat

Sebelumnya 239 ilmuwan dari 32 negara di dunia menulis surat terbuka kepada WHO pada Sabtu (4/7/2020). Surat berisi permintaan agar WHO mengganti pernyataan mengenai kemampuan airborne dari virus penyebab COVID-19 atau SARS-CoV-2. 

Menurut New York Times, para ilmuwan tersebut mengklaim memiliki bukti bahwa tidak semua droplet dari bersin dan batuk langsung jatuh ke lantai, tetapi masih ada partikel kecil yang melayang di udara dan bisa menginfeksi orang lain.

Para ahli yang terlibat mengatakan akan merilis bukti tersebut dalam publikasi ilmiah minggu depan.

Baca Juga: Jika COVID-19 Ternyata Airborne, Pakar: Jaga Jarak Jadi Tidak Relevan

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya