Comscore Tracker

Penyaluran Bantuan Tunai dan Sembako Harus Selesai Sebelum Lebaran

Masih ada pemda yang belum lengkapi data penerima bansos

Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial (Kemensos) RI hingga saat ini baru menerima sekitar 7,8 juta data kepala keluarga (KK) untuk kebutuhan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Karena itu, Menteri Sosial Juliari P Batubara meminta pemerintah daerah segera memenuhi kebutuhan data hingga 9 juta KK sesuai target.

“Dari target 9 juta KK, hari ini kami belum mendapat 100 persen. Data baru yang kami terima ada 7,8 juta KK. Masih ada daerah yang belum mengirimkan data. Kami sudah minta untuk dikirim kekurangannya yang 1,2 juta KK,” ujar Mensos, di Jakarta, Jumat (8/5).

1. Bansos harus didistribusikan Kemensos sebelum Hari Raya Idulfitri

Penyaluran Bantuan Tunai dan Sembako Harus Selesai Sebelum LebaranKemensos salurkan paket sembako (Dok. Kemensos)

Dalam keterangan tertulis, Mensos menargetkan, agar Pemda bisa mengirimkan data terbaru secepatnya, sebab Kemensos harus mendistribusikan bansos sebelum Hari Raya Idulfitri, sesuai perintah Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

“Perintah presiden agar penyaluran bansos tunai dan sembako selesai sebelum Idulfitri,” kata Juliari.

Penyaluran Bantuan Tunai dan Sembako Harus Selesai Sebelum Lebaran(IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Jelang PSBB, Warga Gowa Bisa Mengadu Jika Tak Dapat Bantuan Pangan

2. Pemerintah daerah memiliki keleluasaan untuk memenuhi kebutuhan data

Penyaluran Bantuan Tunai dan Sembako Harus Selesai Sebelum LebaranVerifikasi calon penerima bansos tunai dari dana desa berdasarkan DTKS. IDN Times/Daruwaskita

Mensos menegaskan persoalan data penerima bansos tidak bisa berjalan tanpa peran pemerintah daerah, karena daerah yang paling memahami kondisi warganya yang terdampak pandemik COVID-19. Kemensos sudah memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan data.

"Jadi sebelum distribusi bantuan dilakukan, sudah menggelar pertemuan melalui video conference dengan pimpinan daerah, apakah gubernur, wali kota, dan juga bupati secara maraton selama dua hari. Melalui komunikasi tersebut, Kemensos pada intinya memberikan keleluasaan kepada Pemda untuk mengusulkan penerima bantuan sosial," papar Juliari.

3. Agar penerima bansos tepat sasaran Kemensos meminta data akurat

Penyaluran Bantuan Tunai dan Sembako Harus Selesai Sebelum LebaranIlustrasi Bansos Sembako (Dok. Kemensos)

Pemda dipersilakan menyalurkan bansos kepada penerima di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola Kementerian Sosial.

“Jadi sebenarnya prosedurnya tidak sulit. Tidak benar kalau dikatakan prosesnya njelimet (rumit). Kami tidak mengunci daftar penerima bansos hanya dari DTKS kami. Karena kami memahami yang menjadi kebutuhan daerah,” kata Mensos.

Kemensos sudah memberikan kemudahan kepada kepala daerah, untuk menggunakan data warga miskin pada DTKS yang belum mendapatkan bantuan, baik dari Desil 2, Desil 3, Desil 4, dan non desil.

“DTKS kami hanya jadi referensi. Tidak harus menjadikan DTKS sebagai satu-satunya data untuk penerima bansos tunai. Kami berharap Pemkab dan Pemkot datanya akurat, sehingga bansos tepat sasaran,” kata Juliari.

4. Bantuan Sosial Tunai (BST) disalurkan untuk 2,6 juta KK pada 9 Mei 2020

Penyaluran Bantuan Tunai dan Sembako Harus Selesai Sebelum LebaranMenteri Sosial menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Tangerang, Sabtu (25/4) (Doc. Kemensos)

Juliari menyatakan, penyaluran BST yang sedang berjalan 1,8 juta KK melalui kantor Pos. Adapun distribusi melalui bank-bank Himbara dengan mekanisme transfer sebesar 785.000 KK. Sehingga total distribusi BST bisa disalurkan untuk 2,6 juta KK pada 9 Mei 2020.

“Distribusi melalui transfer bank untuk penerima bansos yang memiliki nomor rekening. Adapun yang tidak memiliki rekening, dibayarkan di kantor Pos, dengan mendapatkan undangan lebih dulu,” kata Mensos.

https://www.youtube.com/embed/cAOQYflb05U

Baca Juga: PSBB Makassar Berakhir Besok, Baru 33 Persen Sembako yang Dibagikan

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya